WELCOME TO MY BLOG.... :)
Please Enjoy Your Self

Selasa, 30 Oktober 2012

Asbid Komunitas

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Bidan komunitas adalah bidan yang bekerja melayani keluarga dan masyarakat di wilayah tertentu. Kebidanan komunitas adalah bagian dari kebidanan yang berupa serangkaian ilmu dan keterampilan untuk memberikan pelayanan kebidanan pada ibu dan anak yang berada dalam masyarakat di wilayah tertentu.
Sasaran kebidanan komunitas adalah ibu dan anak balita yang berada di dalam keluarga dan masyarakat .Bidan memandang pasiennya sebagai makhluk sosial yang memiliki budaya tertentu dan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi,politik,sosial,budaya,dan lingkungan sekitarnya.
Setiap petugas kesehatan yang bekerja dimasyarakat perlu memahami masyarakat yang di layaninya ,baik keadaan budaya maupun tradisi setempat sangat menentukan pendekatan yang di tempuh .Pendekata yang akan digunakan oleh bidan harus memperhatikan strategi pelayanan kebidanan ,tugas dan tanggung jawab bidan serta aspekperlindungan hukum bagi bidan di komunitas.
Karena itu,dalam makalah ini akan di paparkan mengenai strategi pelayanan kebidanan komunitas yang terdiri atas tiga yaitu : Pendekatan edukatif dalam peran serta masyarakat, Pelayanan Yang Berorentasi Pada Kebutuhan Masyarakat,dan Menggunakan/Memanfaatkan Fasilitas dan Potensi Yang Ada di Masyarakat.
Strategi pelayanan kebidanan komunitas dalam hal pendekatan edukatif sangat penting dilakukan oleh seorang bidan. Hal ini berkaitan dengan bagaimana kita bisa melakukan pendekatan edukatif terhadap masyarakat setempat, agar tujuan dari pendekatan yang kita lakukan bisa dilakukan oleh masyarakat tersebut yang terlihat dari bentuk kemandirian yang mereka lakukan.
Maka dari hal tersebut, bidan diupayakan bisa melakukan pendekatan  edukatif dengan efektif agar maksud dan tujuan yang dicapai bisa dimengerti dan dilakukan oleh mereka.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa maksud dari pendekatan edukatif ?
2.      Apa tujuan dari pendekatan edukatif ?
3.      Bagaimana strategi dasar dari pendekatan edukatif ?

1.3  Tujuan Penulisan
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Asuhan Kebidanan V.
2.      Untuk mengetahui maksud dari pendekatan edukatif.
3.      Untuk mengetahui tujuan pendekatan edukatif.
4.      Untuk mengetahui bagaimana strategi dasar dalam pendekatan edukatif.

1.4  Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini, yaitu :
1.      Mahasiswa dapat mengetahui maksud dari pendekatan edukatif.
2.      Mahasiswa dapat mengetahui tujuan pendekatan edukatif.
3.      Mahasiswa dapat mengetahui strategi dasar dalam pendekatan edukatif.

1.5  Metode Penulisan
Metode penulisan yang kami gunakan dalam penugasan ini menggunakan metode kepustakaan, dan dari internet.











BAB II
STRATEGI PELAYANAN KEBIDANAN KOMUNITAS
DALAM HAL PENDEKATAN EDUKATIF DALAM
PERAN SERTA MASYARAKAT


Satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam rangka membangun masyarakat desa adalah pendekatan yang kita gunakan. Jika kemandirian masyarakat desa yang diharapkan, maka jelas pendekatan yang diterapkan haruslah berupa pendekatan edukatif.
Pelayanan kebidanan komunitas dikembangkan berawal dari pola hidup masyarakat yang tidak lepas dari faktor lingkungan, adat istiadat, ekonomi, sosial budaya dll. Sebagian masalah komunitas merupakan hasil perilaku masyarakat sehingga perlu melibatkan masyarakat secara aktif. Keberadaan kader kesehatan dari masyarakat sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri masyarakat terhadap kemampuan yang mereka miliki.
Dalam pendekatan ini, ujung tombaknya adalah gerakan pemberdayaan, yang memiliki tiga mata tombak (disebut trisula), yaitu konseling, kunjungan rumah dan pengorganisasian masyarakat. Ketiga mata tombak ini pada hakikatnya adalah upaya memfasilitasi proses pemecahan masalah dalam diri sasaran/klien. Pemberdayaan itupun tidak dilakukan secara merata, melainkan secara berjenjang. Para petugas kesehatan dan petugas lintas sector terkait memberdayakan pemuka-pemuka masyarakat, yang disusul dengan gerakan para pemuka masyarakat untuk memberdayakan unsur-unsur masyarakat (yaitu kader), dan akhirnya pada kader bergerak memberdayakan seluruh masyarakat.
Pendekatan edukatif memerlukan kesabaran dan ketangguhan dari para petugas (penggerak), karena mereka harus mengawal proses secara berkelanjutan hingga tercapainya kemandirian masyarakat. Di jajaran kesehatan, penggerak awal adalah para petugas Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, rumah sakit, serta puskesmas dan jaringnnya.
Demikian juga yang tidak kalah pentingnya adalah motivasi para kader yang erat kaitannya dengan keberlangsungan Desa Siaga. Upaya memotivasi kader hendaknya dikembangkan secara rasional atas dasar pertimbangan guna memenuhi kebutuhan kader. Betapapun kader adalah juga manusia, yang memiliki kebutuhan-kebutuhan dalam hidupnya. Banyak kader yang masih disibukkan oleh upaya memenuhi kebutuhan dasarnya berupa pangan, sandang dan papan, walaupun tidak sedikit juga yang sudah mulai berorientasi kepada kebutuhan-kebutuhan social dan psikologis.

2.1  Pengertian Pendekatan Edukatif
a.       Secara Umum
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis, terencana dan terarah dengan partisipasi aktif individu, kelompok, masyarakat secara keseluruhan untuk memecahkan masalah yang dirasakan masyarakat dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi dan budaya setempat.
b.      Secara Khusus
Merupakan model dari pelaksanaan organisasi dalam memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat dengan pokok penekanan pada hal-hal berikut:
-          Pemecahan masalah dan proses pemecahan masalah.
-          Pengembangan provider merupakan bagian dari proses perkembangan masyarakat secara keseluruhan.

2.2  Tujuan Pendekatan Edukatif
a.      Memecahkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang merupakan masalah kebidanan komunitas.
b.     Mengembangkan kemampuan masyarakat untuk dapat memecahkan masalah nya sendiri secara swadaya dan gotong royong.
Provider adalah sektor yang bertanggung jawab scara teknis terhadap program-program yang dikembangkan dalam pengembangan kemampuan masyarakat untuk dapat memecahkan masalahnya sendiri secara swadaya dan gotong royong.

2.3   Strategi Dasar Pendekatan Edukatif
a.      Mengembangkan provider
Perlu adanya kesamaan persepsi dan sikap mental positif terhadap pendekatan yang ditempuh serta sepakat untuk mensukseskan.
Langkah-langkah pengembangan provider, yaitu :
1.      Pendekatan terhadap pemuka atau pejabat masyarakat
Dimulai dari pemuka/pejabat tingkat pusat kemudian ke bawah. Tujuan terutama untuk memperoleh suatu dukungan secara politis, diharapkan terjelma dalam bentuk kebijaksanaan nasional maupun regional.
Pendekatan pada tokoh masyarakat dapat berupa :
·         Nonformal untuk penjagaan lahan.
·         Formal dengan surat resmi.
·         Tatap muka antara provider dan tokoh masyarakat .
·         Kunjungan rumah untuk menjelaskann maksud dan tujuan pengumpulan data.
·         Pertemuan antara provider dan tokoh masyarakat untuk menetapkan suatu kebijakan altenatif pemecahan masalah dalam rangka perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
·         Menjalin hubungan sosial yang baik dengan menghadiri upacara agama, perkawinan, kematian dan sebagainya.
2.      Pendekatan terhadap pelaksana dari sektor diberbagai tingkat administrasi sampai dengan tingkat desa.
Bentuk kegiatan pendekatan terhadap pelaksana dari sektor diberbagai tingkat administrasi antara lain :
·        Lokakarya
·        Seminar
·        Pertemuan
Pendekatan tingkat desa bermaksud agar pemuka desa :
·        Mengerti apa yang dimaksud dengan pendekatan edukatif
·        Mendukung pendekatan ini serta bersepakat akan mensukseskannya
3.      Pengumpulan data oleh sektor kecamatan/desa
Macam-macam data yang dikumpulkan :
·        Data umum, data teknis sesuai dengan kepentingan masing masing sektor yaitu data tentang keadaaan daerah, penduduk, pemuka masyarakat setempat.
·        Data khusus, sesuai hasil pengamatan/data orang lain.yaitu data masing-masing sektor misalnya data pertanian untuk sektor pertanian, data kesehatan untuk sektor kesehatan, dan lain-lain.
·        Data perilaku sesuai dengan masalah yang ada.
b.     Pengembangan masyarakat
Pengembangan masyarakat adalah menghimpun tenaga masyarakat untuk mampu dan mau mengatasi masalahnya sendiri secara swadaya sebatas kemampuan. Pengembangan masyarakat perlu dilakukan baik Sumber Daya Alam/potensi desa dan Sumber Daya Manusia/kader kesehatan. Dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat untuk menentukan masalah, merecanakan alternatif, melaksanakan dan menilai usaha pemecahan masalah yang dilaksanakan. Langkah–langkahnya meliputi pendekatan tingkat desa, survei mawas diri, perencanaan, pelaksanaan dan penilaian serta pemantapan dan pembinaan.
Metode Pendekatan Edukatif dalam mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan kesehatan serta Pengorganisasian Dan Pengembangan Masyarakat (PPM) bisa dilakukan dengan cara “Peningkatan Peran Serta Masyarakat (PPSM)”.
1.      Definisi PSM
Peran Serta Masyarakat (PSM) adalah Proses dimana individu, keluarga dan lembaga masyarakat termasuk swasta :
a.       Mengambil tanggung jawab atas kesehatan diri, keluarga dan masyarakat.
b.      Mengembangkan kemampuan untuk menyehatkan diri, keluarga dan masyarakat.
c.       Menjadi pelaku perintis kesehatan dan pemimpin yang menggerakkan kegiatan masyarakat di bidang kesehatan berdasarkan atas kemandirian dan kebersamaan.
2.      Tujuan umum
Tujuan umum dilakukannya PSM adalah  untuk meningkatkan jumlah dan mutu upaya masyarakat di bidang kesehatan.
3.      Tujuan khusus
a.       Meningkatkan kemampuan pemimpin / pemuka masyarakat dalam menggerakkan upaya kesehatan.
b.      Meningkatkan kemampuan organisasi masyarakat dalam menyelenggarakan upaya kesehatan.
c.       Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggali, menghimpun dan mengelola dana/sarana masyarakat untuk kesehatan.
4.      Bentuk PSM
a.       Ikut dalam menelaah situasi masalah
b.      Ikut terlibat dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan, termasuk penentuan prioritas.
c.       Menjalankan kebiasaan hidup sehat dan atau berperan serta secara aktif dalam mengembangkan ketenagaan, dana dan sarana.
5.      Sasaran PSM
a.       Tokoh Masyarakat ( To-Ga )
b.      Organisasi Masyarakat dan Organisasi Profesi
c.       Keluarga dan Dasa Wisma
d.      Kelompok Masyarakat dengan Kebutuhan Khusus
e.       Masyarakat Umum di Desa, Kota dan Pemukiman Khusus.
6.      Faktor-faktor yang mempengaruhi PSM
a.       Faktor Masyarakat pada Umumnya :
·         Manfaat kegiatan yang dilakukan
·         Adanya kesempatan berperan serta
·         Keterampilan tertentu yang dapat disumbangkan
·         Rasa memiliki
b.      Faktor Tokoh Masyarakat dan Pimpinan Kader
c.       Faktor Petugas
d.      Faktor Cara Kerja yang Digunakan
e.       Faktor lain
·         Perilaku Individu : sikap, mental & kebutuhan individu.
·         Perilaku Masyarakat : Keadaan ekonomi, politik, sosbud, pendidikan, agama.
7.      Tolak ukur keberhasilan PSM
a.       Meningkatnya kemampuan kepemimpinan masyarakat.
b.      Meningkatnya pengorganisasian kesehatan oleh masyarakat.
c.       Meningkatnya peran serta masyarakat dalam mengelola dana untuk kesehatan.
d.      Meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap program kesehatan.
8.      Teknik Penggerak PSM
a.       Menggunakan Ancaman
b.      Pemberian Imbalan
c.       Menimbulkan Kesadaran
d.      Teknik Kombinasi
9.      Tingkat PSM
a.       PSM karena Imbalan
b.      PSM karena Paksaan / Perintah
c.       PSM karena Identifikasi
d.      PSM karena Tuntutan Hak Asasi & Tanggung Jawab
e.       PSM yang Disertai Kreasi dan daya Cipta.

















BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Setiap petugas kesehatan yang bekerja dimasyarakat perlu memahami masyarakat yang di layaninya, baik keadaan budaya maupun tradisi setempat sangat menentukan pendekatan yang di tempuh. Pendekatan yang akan digunakan oleh bidan harus memperhatikan strategi pelayanan kebidanan, tugas dan tanggung jawab bidan serta aspek perlindungan hukum bagi bidan di komunitas yaitu melalui pendekatan edukatif dalam peran serta masyarakat.

3.2  Saran
Kita sebagai mahasiswi kebidanan perlu mengetahui strategi dari pelayanan kebidanan komunitas, salah satunya yaitu tentang pendekatan edukatif dalam peran serta masyarakat.  Semoga kita sebagai calon bidan bisa melaksanakan semua strategi pelayanan kebidanan di komunitas dan berhasil kelak.















DAFTAR PUSTAKA


Yulifah Rita, dkk.2009.Asuhan Kebidanan Komunitas.Jakarta : Salemba
Karwati, dkk.2011.Asuhan Kebidanan V (Kebidanan Komunitas).Jakarta : CV. Trans Info Media

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar