WELCOME TO MY BLOG.... :)
Please Enjoy Your Self

Selasa, 30 Oktober 2012

Asuhan Kebidanan Patologi Tentang Sarkoma


SARKOMA

A.    PENGERTIAN
Menurut Tiran (2005) Sarkoma adalah tumor yang sangat malignan/ganas dan  tumbuh dari sel-sel jaringan ikat serta stromanya.

B.     JENIS-JENIS
Ada beberapa jenis dari sarkoma, yaitu:
1.         Sarkoma payudara
Menurut Sarwono(2009) Penyakit ini sangat jarang ditemukan  penulis hanya mempunyai satu pengalaman tentang sarkoma payudara pada wanita peranakan Arab dari  Cirebon dengan tumor sebesar kepala bayi di mamma kanan. Dikerjakan simple mastectomy karena disangka kistasarkoma fallodes. Ternyata penyakitnya adalah sarkoma.
Penanganan   :  radiasi pasca operasi

2.      Sarkoma vulva
Menurut Benson & Pernoll (2008) sarkoma vulva mencakup <2% kanker vulva.kanker sel stroma yang paling umum adalah leiomiosarkoma dan histiositomafibrosa.adenokarsinoma vulva (kecuali yang berasal dari bartolin) sangat jarang. Metastasis kanker ke vulva dapat berasal dari tumor traktus genetalis lain atau ginjal atau dari uretra.
Menurut Sarwono (2009) tumor ini bersifat histologik dapat berupa leiomiosarkoma (paling sering), liposarkoma, rhabdomiosarkoma, fibrosarkoma, angiosarkoma, limfosarkoma, dan epetiloid sarkoma. Penyebarannya sangat cepat, karena secara hematogen.
Prognosis      : sangat buruk.
Penanganan :Peran radioterapi dan atau kemoterapi sebagai adjuvans perlu dipertimbangkan).
Menurut Curningham (2005) setiap lesi di vulva yang mencurigakan harus dibiopsi. Terapi sesuai stadium klinis dan kedalaman invasi. Pelahiran pervaginam tidak dikontraindikasikan apabila insisi vulva sudah sembuh.
  
3.      Sarkoma uterus
Menurut Benson &Pernoll (2008).Sarkoma jarang terjadi, hanya menyebabkan 2%-3% dari semua tumor ganas korpus uteri. Sarkoma biasanya terjadi setelah umur 40 tahun dan menyebar melalui perluasan langsung, jalur limfatik dan hematogen.
a.      Etiologi
Etiologi sarkoma uteri tidak diketahui. Namun terdapat hubungan positif antara bentuk campuran dengan radiasi pelvis, sebelumnya.
b.      Prognosis
Secara keseluruhan sarkoma memiliki prognosis yang buruk.
c.       Klasifikasi dan stadium
Menurut Benson dan Pernoll (2008) diperlukan beberapa kategori untuk mengklasifikasikan sarkoma uteri;
1)      Homolog ( keganasan yang secara histologis tampak berasal dari uterus)
2)      Heterolog (keganasan yang berasal dari luar uterus)
3)      Murni (tersusun atas  satu barisan sel tunggal)
4)      Campuran (tersusun atas ≥2 barisan sel)
5)      Mesoderm
6)      Mulleri atau mesenkim (tergantung diferensiasinya).

Ringkasan klasifikasi sarkoma uteri ditemukan pada tabel beriut :
Klasifikasi
Sarkoma
I.     Sarkoma murni
A.    Homolog
1.      Tumor otot polos
Tumor metastasis dengan histologi jinak





2.      Sarkoma stroma endometrium
a.       Derajat rendah
b.      Derajad tinggi
B.     Heterolog



C.     Sarkoma lainnya
II.  Tumor campuran mulleri ganas
A.    Homolog :karsinoma dan sarkoma homolog
B.     Homolog: karsinoma dan sarkoma heterolog
III.             Adenosarkoma mulleri
IV.             Limfoma


Leiomiosarkoma
Leiomioblastoma
Leiomiomatosis intravena
Leiomioma uterus dengan metastasis
Leiomiomatosis peritonealis diseminata

Miosis stroma endolimfatik
Sarkoma stroma endometrium
Rabdomiosarkoma
Konrosarkoma
Osteosarkoma
Liposarkoma


Karsinosarkoma

Adenosarkoma
Limpoma
Modifikasi dari P.Clement dan R.E.Scully.Phatologi of uterine sarcomas. Dalam :Gynecologic Oncologi. M. Coplleson,ed.Churchill Livingstone,1991,hal 591.

1)    Leiomiosarkoma.
Leiomiosarkoma biasanya terjadi pada wanita usia 50 tahunan. Gambaran histologis yang berkaitan dengan prognosis adalah jumlah mitosis (per 10 hpf), invasi vaskular dan limfatik, perluasan ke serosa dan derajad anaplasia. Mitosis per 10 hpf berkaitan erat dengan prognosis :<5 biasanya jinak, ≥5 diagnostik untuk  leiomiosarkoma. 5-9 kemungkinan ganas rendah, >10 mempunyai prognosis terburuk.pasien premenopause mempunyai pronosis yang baik dibandingkan yang pasca menopause. Kelangsungan hidup 5 tahun secara keseluruhan kira-kira 20%. Namun jika stadium penyakit (I dan II), angka kelangsungan hidupnya kira-kira 40%.
 
2)   Leiomioblastoma Dan Sarkoma Uteri Metastasis Dengan Histologi Jinak.
Sarkoma yang tidak biasa atau agak jarang, misalnya:
a)        Leiomioblastoma adalah tumor yang jarang, berasal dari sel-sel berbentuk gelendong, menyerupai epitel. Biasanya mempunyai <5 mitosis/hpf  dan hampir selalu jinak.
b)        Leiomiomatosis intravena, merupakan kasus yang jarang, ditandai oleh adanya perluasan jarinangan otot polos ke luar uterus malalui intravena(sering diuraikan sebagai gambaran menyerupai cacing)
c)        Leiomioma uteri yang mengalami metastasis ditandai oleh nodul otot polos ekstra pelvi, paling sering ditemui pada nodul limfe atau paru.
d)       Leiomiomatosis peritonealis desiminata  paling sering dijumpai selama kehamilan. Dapat mengecil setelah persalinan.

3)        Miosis Stroma Endolimfatik
Miosis stroma endolimfatik terjadi terutama pada wanita yang lebih muda(3/4 kasus <50 tahun) dan sering salah didiagnosis sebagai leiomioma karena secara klinis terutama ditemukan perdarahan uterus abnormal dan pembesaran uterus yang tidak beraturan. Secara histologis, tumor ini terdiri atas  sel-sel stroma uteri  dengan penampakkan seperti gelendong dengan <10 metosis/10hpf. Penyakit  ini  jatrang ada, paling jarangdiantara berbagai sarkoma uteri, dan biasanya jinak.

4)      Sarkoma Stroma Endometrium
Sarkoma sel stroma uteri ini biasanya mempunyai >10 mitosis/10hpf  dan prognosisnya sangat buruk. Sarkoma stroma endometrium, seperti juga miosis stroma endolimfatik, biasanya ditamukan pada wanita <50 tahun dengan perdarahan abnormal dan pembesaran uterus tidak beraturan.

5)      Tumor Campuran Mulleri Ganas (MMMT, Malignant Mullerian Mixed Tumor)
MMMT terjadi pada wanita  yang lebih tua(biasanya >62 tahun) dan biasanya secara klinis munculsebagi perdarahan pasca menopause disertai uterus yang besar. Telah diketahui terdapat hubungan kausal  antara radiasi pelvis sebelumnya dengan MMMT. Frekuensi tumor heterolog dan homolog seimbang (meskipun jarang) dan mempunyai angka kelangsungan hidupyang sama (angka kelangsungan hidup 5 tahun keseluruhan kira-kira 20% meskipun pola histologisnya berbeda.

Sedangkan menurut Sarwono (2009) sarkoma  pada uterus dapat berupa :
1)        Leiomiosarkoma yang murni timbul dari miometrium :70% intramural, 20% submukosal, dan 10% subserosal
2)        Sarkoma endometrium yang berasal dari sroma endometrium, terdiri atas sel stroma endometrium tanpa elemen kelenjar. Ada yang menamakannya sebagai stromatosis maligna, berbentuk polipoid dan menyebar melalui darah.
3)        Karsinoma sarkoma mengandung 2 unsur keganasan, yakni karsinoma asal dari elemen epitel (endometrium) dan sarkoma yang berasal dari elemen stroma.keduanya dinamakan sebagai malignant mixed mesodermal tumours (MMTs).

Menururt Benson dan Pernoll (2008) kebanyakan klinisi menggunakan penentuan stadium karsinoma endometrium untuk penentukan  stadium sarkoma.  

Tabel : stadium klinis karsinoma endometrium*
Stadium 0


Stadium I
               IA
                IB

               G1
               G2                 

               G3

Stadium II
Stadium III
Stadium IV
Karsinoma in situ. Penemuan histologis mengarah kepertumbuhan ganas. (kasus stadium 0 tidak termasuk dalam statistik pengobatan apapun)
Karsinoma terbatas pada korpus
Panjang kavum uteri ≤8 cm
Panjang kavum uteri >8 cm. Kasus-kasus stadium I harus dikelompokkan menurut tipe histologis sebagai berikut:
Karsinoma adenomatosa sangat berdeferensiasi.
Karsinoma adenomatosa berdeferensiasi dengan sebagian daerah padat.
Sebagian besar karsinoma padat atau seluruhnya tidak berdeferensiasi.
Karsinoma mengenai korpus dan servik
Karsinoma  meluas keluar uterus tetapi tidak keluar dari pelvis minor.
Karsinoma meluas ke pelvis minor atau jelas mengenai mukosa kandung kemih atau rektum. Danya edema bulosa tidak dapat digunakan untuk memasukkan kasus ke stadium IV.
*disetujui oleh internasional federation of obstetrician and gynekologists. Diambil  dari ACOG,1976.                                  Catatan : kadang-kadang sulit memutuskan apakah kanker mengenai endoserviks saja atau endoserviks dan korpus. Jika penentuan deferensiasi yang jelas tidak memungkinkan pada pemeriksaan spesimen yang didapat darikuretase fraksional, adenokarsinoma harus diklasifikasikan sebagai karsinoma korpus dan karsinoma epidemoid seperti karsinoma serviks.
d.      Patologi
Kira-kira 55% sarkoma  (leiomiosarkoma) berasal dari otot polos melalui heteroplasi, 40% campuran tumor mesenkim atau mesoderm (mungkin berhubungan dengan  sel stroma endometrium), < 5% adalah karsinoma dan sisanya berasal dari pembuluh darah (angiosarkoma) atau dari jaringan ikat (sarkoma sel retekulum).
Sarkoma mulai sebagai tumor setempat yang tenang, secara bertahap menjadi difus dan pada perluasan ke miometrium dan melewati miometrium dapat menimbulkan gejala. Rasa nyeri dan peradangan tidak terjadi hingga tumor cukup lanjut. Perluasan ke kavum uteri  atau pertumbuhan membentuk polipoid menyebabkan leukore dan perdarahan abnormal. Metastasis dini terjadi melalui aliran darah dan limfe.

e.        Penemuan klinis
1)        Tanda dan gejala
-          Pembesaran uterus  atau mioma yang cepat pada anak perempuan atau wanita pasca menopause dapat mengarah ke sarkoma.
-          Perdarahan uterus abnormal
-          Pembesaran abdomen
-          Leukorea
-          Rasa tidak nyaman pada pelvik.
-          Manefestasi lanjut berupa penurunan berat badan, rasa nyeri, ortopnea, ikterus dan edema tungkai bawah.
2)        Penemuan laboratorium
Anemia, peningkatan laju endap darah dan eosinofili dilaporkan setelah diagnosis pasti sarkoma ditegakkan.
3)        Pencitraan
Foto thorax akan menyingkirkan ada tidaknya metastasis paru.CT scan atau MRI mungkin berguna untuk mendeteksi perluasan tumor ke abdomen atau pelvis.
4)      Diagnosis sitologi dan biopsi
Pemeriksaan sitologi vagina memperlihatkan adanya sel-sel ganas dari saarkomaendometrium dan tumor mesenkim campuran, tetapi jarang menunjukkan leiomiosarkoma atau sarkoma lainnya. Sarkoma yang berasal dari endometrium  dapat di diagnosis denganbiopsi D&C tetapi leiomiosarkoma memerlukan pengambilan sampel secara langsung.
5)      Diagnosis banding
Leiomiosarkoma pada pasien pasca menopause yang cepat ,membesar tanpa pemberian estrogen dosis besar adalah sarkoma sampai dibuktikan lain. Pada premenopause pembesaran leiomioma cepat (terutama submukosa) biasanya jinak. Metastasis karsinoma lain juga harus dipertimbangkan.
6)      Penanganan
Menurut sarwono (2009) penanganan pada dasarnya adalah Histerektomi abdominal total ekstra fasia dan salfingo-ooforektomi bilateral (TAH,BSO) dilanjutkan dengan tambahan/adjuvans kemoterapi.
Benson & Pernoll (2008) menambahkan bahwa:
-        Pada sarkoma dengan deferensiasi baik, pembedahan primer atau sekunder yang lebih  radikal dapat dibenarkan.
-       Terapi radiasi dapat memperlambat pertumbuhan tumor dan mengurangi gejala-gejala yang  memberatkan.
-       Kemoterapi dapat bersifat paliatif dan sering digunakan (dengan kombinasi beberapa agen ) untuk mengobati metastasis jauh.

4.      Sarkoma ovarium
Menurut Sarwono (2009) Sarkoma ovarium lebih jarang ditemumakan daripada karsinoma ovarium. Dapat dijumpai pada segala umur. Tumor ganas ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a.        Sarkoma teratoid
Sering terdiri dari elemen-elemen tanpa diferensi, akan tetapi unsur-unsur teratoid masih dapat dikena. Tumor tumbuh cepat dengan prognosis jelek.
b.        Stromal sarkoma
Berasal dari jaringan mesenkim dan dapat ditemukan dalam 2 jenis :
-        Stromal-cel sarkoma
-        Leiomiosarkoma
       Prognosis umumnya baik, apabila tumor belum meluas pada waktu operasi dilakukan.
c.         Sarkoma paramesonefrik
Merupakan mixed mesodermal tumor, terdiri atas sel-sel epitel yang tersusuntidakrata dan stroma yang berfroliferasi cepat.tumor biasanya ditemukan pada wanita usia lanjut, tumbuh cepat dan dapat menimbulkan rasa nyeri diperut bagian bawah. Penyebaran sel-sel tumor juga cepat secara hematogen.

5.      Sarkoma Osteogenik
Menurut Corwin (2000) sarkoma osteogenik sering timbul pada tulang panjang, terutama femur (paha) atau di lutut. Kanker tulang rawan disebut kondrosarkoma. Kondrosarkoma biasanya timbul di lutut atau panggul.
a.       Gambaran klinis nyeri yang berkaitan dengan peradangan disertai pembengkakan di dalam dan sekitar tulang.
-          fraktur fatologi
b.      Perangkat diagnostik
Biopsi tulang akan mengidentifikasi adanya neoplasma dan jaringan yang terlibat.

c.       Penatalaksanaan
·      Untuk osteosarkoma dan kondrosarkoma :
-       Reseksi  bagian tulang yang sakit dapat menyebabkan kesembuhan tanpa amputasi.
-       Mungkin diperlukan amputasi ekstrimitas yang terkena.
·      Kanker sumsum tulang diterapi dengan kemoterapi dan radiasi



DAFTAR PUSTAKA

Prawirohardjo,S.2009.Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka:
Benson, R.C. dan Martin L.P.2008. Buku Saku  Obstetri Dan Ginekologi Edisi 9. Jakarta: EGC
Curningham,F.G.2005. Obstetri William. Jakarta : EGC
Corwin,E.J.2000.Buku Saku Patofisiologi. Jakarta : EGC
Tiran,D.2005.Kamus Saku Bidan. Jakarta : EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar