WELCOME TO MY BLOG.... :)
Please Enjoy Your Self

Selasa, 30 Oktober 2012

MOW

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Indonesia menghadapi masalah dengan jumlah dan kualitas SDM dengan kelahiran 5.000.000 per tahun. Untuk dapat mengangkat derajat kehidupan bangsa telah dilaksanakan secara bersamaan pembangunan ekonomi dan keluarga berencana yang merupakan sisi masing-masing mata uang. Bila gerakan keluarga berencana tidak dilakukan bersamaan dengan pembangunan ekonomi, dikhawatirkan hasil pembangunan tidak akan berarti.
Sekarang ini sudah banyak macam-macam atau jenis dari kontrasepsi yang digunakan banyak orang. Namun tidak jarang orang lebih memilih tidak menggunakan kontrasepsi karena kurangnya pengetahuan tentang jenis-jenis dari kontrasepsi yang bisa digunakan untuk berbagai macam umur.
Kontrasepsi bukan hanya digunakan untuk menghentikan kehamilan, tetapi juga untuk menjarangkan kehamilan yang satu dengan lainnya. Kontrasepsi yang digunakan untuk menghentikan kehamilan dilakukan dengan menggunakan kontrasepsi mantap, untuk wanita menggunakan tubektomi dan untuk pria menggunakan vasektomi.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa maksud dari tubektomi ?
2.      Bagaimana cara kerja dari tubektomi ?
3.      Apa keuntungan dan kerugian dari tubektomi ?
4.      Bagaimana syarat bisa dilakukan tubektomi ?
5.      Siapa saja yang dapat melakukan tubektomi ?
6.      Siapa saja yang tidak bisa melakukan tubektomi ?
7.      Kapan pelaksanaan tubektomi ?
8.      Dimana saja tempat yang bisa melakukan tubektomi ?
9.      Bagaimana mekanisme dari tubektomi ?
10.  Apa saja persiapan yang dilakukan sebelum melakukan tubektomi ?
11.  Bagaiman perawatan setelah melakukan tubektomi ?
12.  Apa saja informasi umum mengenai tubektomi ?
13.  Apa saja komplikasi dari tubektomi ?

1.3  Tujuan Penulisan
1.    Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pelayanan KB.
2.    Untuk mengetahui maksud dari tubektomi.
3.    Untuk mengetahui cara kerja dari tubektomi.
4.    Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian dari tubektomi.
5.    Untuk mengetahui hal apa saja yang berkaitan dengan tubektomi.

1.4  Manfaat Penulisan
1.      Mahasiswa dapat mengetahui maksud dari tubektomi.
2.      Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja dari tubektomi.
3.      Mahasiswa dapat mengetahui keuntungan dan kerugian dari tubektomi.
4.      Mahasiswa dapat mengetahui hal apa saja yang berhubungan dengan tubektomi.

1.5  Metode Penulisan
Metode penulisan yang kami gunakan dalam penugasan ini menggunakan metode kepustakaan, dan dari internet.









BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Kontrasepsi mantap (kontap ) adalah suatu tindakan untuk membatasi keturunan dalam jangka waktu yang tidak terbatas; yang dilakukan terhadap salah seorang dari pasangan suami  isteri atas permintaan yang bersangkutan, secara mantap dan sukarela. Tindakan kontap pada wanita disebut kontap wanita atau  MOW (Metoda Operasi Wanita ) atau tubektomi, yaitu tindakan pengikatan dan pemotongan saluran telur agar sel telur tidak dapat dibuahi oleh sperma.
Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan.(Abdul Bari Saifuddin,dkk.2006).

2.2. Cara Kerja
Cara kerja kontap Tubektomi (MOW) yaitu :
Dengan mengoklusi tuba (mengikat dan memotong atau memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.

2.3 Keuntungan
Secara umum keuntungan kontap wanita  kontrasepsi lain adalah :
  1. Lebih aman, karena keluhan lebih sedikit dibandingkan dengan cara kontrasepsi lain.
  2. Lebih praktis, karena hanya memerlukan satu kali tindakan saja.
  3. Lebih efektif, karena tingkat kegagalannya sangat kecil dan merupakan cara kontrasepsi
yang permanen.
  1. Lebih ekonomis, karena hanya memrlukan biaya untuk satu kali tindakan saja.



Secara khusus keuntungan Tubektomi (MOW) yaitu :
  1. Sangat efektif dan “permanen”.
  2. Dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%.
  3. Tidak ada efek samping dalam jangka panjang.
  4. Tidak mempengaruhi proses menyusui.
  5. Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi local.
  6. Tidak menggangu hubungan seksual.

2.4 Kerugian
Kerugian pada Tubektomi (MOW) yaitu :
  1. Rasa sakit/ketidak nyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan.
  2. Ada kemungkinan mengalami resiko pembedahan.

2.5 Syarat
Setiap peserta kontap harus memenuhi 3 syarat, yaitu:
a.       Sukarela
Setiap calon peserta kontap harus secara sukarela menerima pelayanan kontap; artinya secara sadar dan dengan kemauan sendiri memilih kontap sebagai cara kontrasepsi.
b.      Bahagia
Setiap calon peserta kontap harus memenuhi syarat bahagia; artinya :
1.      Calon peserta tersebut dalam perkawinan yang sah dan harmonis dan  telah dianugerahi sekurang-kurangnya 2 orang anak yang sehat rohani dan jasmani.
2.      Bila hanya mempunyai 2 orang anak, maka anak yang terkecil paling sedikit umur sekitar 2 tahun.
3.      Umur isteri paling muda sekitar 25 tahun.
c.       Kesehatan
Setiap calon peserta kontap harus memenuhi syarat kesehatan; artinya tidak ditemukan adanya hambatan atau kontraindikasi untuk menjalani kontap. Oleh karena itu setiap calon peserta harus diperiksa terlebih dahulu kesehatannya oleh dokter, sehingga diketahui apakah cukup sehat untuk dikontap atau tidak. Selain itu juga setiap calon peserta kontap harus mengikuti konseling (bimbingan tatap muka) dan menandatangani formulir persetujuan tindakan medik (Informed Consent).

2.6 Yang Dapat Menjalani
Yang dapat menjalani Tubektomi (MOW) yaitu :
  1. Usia lebih dari 26 tahun.
  2. Sudah punya anak cukup (2 anak), ank terkecil harus berusia minimal 5 (lima) tahun.
  3. Yakin telah mempunyai keluarga yag sesuai dengan kehendaknya.
  4. Pada kehamilannya akan menimbulkan risiko kesehatan yang serius.
  5. Ibu pasca persalinan.
  6. Ibu pasca keguguran.

2.7 Yang Sebaiknya Tidak Menjalani
Yang sebaiknya tidak menjalani Tubektomi (MOW) yaitu :
  1. Hamil (sudah terdeteksi atau dicurigai).
  2. Menderita tekanan darh tinggi.
  3. Kencing manis (diabetes).
  4. Penyakit jantung.
  5. Penyakit paru-paru.
  6. Perdarahan vaginal yang belum terjelaskan (hingga harus dievaluasi).
  7. Infeksi sistemik atau pelvik yang akut (hingga masalah itu disembuhkan atau dikontrol).
  8. Ibu yang tidak boleh menjalani pembedahan.
  9. Kurang pati mengenai keinginannya untuk fertilisasi di masa depan.
  10. Belum memberikan persetujuan tertulis.

2.8 Waktu pelaksanaan
Waktu pelaksanaan Tubektomi (MOW) yaitu :
  1. Setiap waktu selama siklus menstruasi apabila diyakini secara rasional klien tersebut tidak hamil.
  2. Hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus menstruasi.
  3. Pascapersalinan
1.      Minilaparatomi : di dalam  waktu 2 hari atau setelah 6 minggu atau 12 minggu.
2.      Laparoskopi : tidak tepat unntuk klien-klien pasca persalinan.
d.       Pasca keguguran
1.      Triwulan pertama: dalam wakru 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvik) minilaparaskopi atau laparoskopi).
2.      Triwulan kedua: dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvik (minilaparaskopi saja).

2.9 Tempat Pelayanan
Tempat pelayanan Tubektomi (MOW) yaitu : Rumah sakit. Jika ada keluhan, pemakai harus ke Rumah Sakit.

2.10 Mekanisme Tubektomi
a.       Saat Operasi
Pasca keguguran, pasca persalinan atau masa interval. Pasca persalinan dianjurkan 24 jam atau selambat-lambatnya dalam 48 jam setelah bersalin.
b.      Cara Mencapai Tuba
Laparatomi, laparatomi mini dan laparoskopi
·         Laparatomi biasa
Tindakan ini paling banyak dilakukan pada tubektomidi Indonesia sebelum tahun 70-an. Tubektomi dengan tindakan laparatomi biasa dilakukan terutama pasca persalinan. Selain itu, dapat dilakukan bersamaan dengan SC.


·         Laparatomi mini
Tindakan ini paling mudah dilakukan 1-2 hari pasca persalinan. Saat itu, uterus masih besar, tuba uterine masih panjang dan dinding perut masih longgar sehingga mudah dalam mencapai tuba uterine dengan sayatan kecil 1-2 cm dibawah pusat.
Pasien dibaringkan. Lipatan kulit di bawah pusat yang berbentuk bulan sabit ditegangkan antara 2 buah doek klem hingga menjadi lurus. Pada tempat lipatan itu, dilakukan sayatan kecil 1-2 cm sampai hamper menembus rongga peritoneum.  
c.       Cara Penutupan Tuba
·         Pomeroy
Tuba dijepit pada pertengahannya, kemudian diangkat sampai melipat. Dasar lipatan diikat dengan sehelai catgut biasa no. 0 atau no. 1. Lipatan tuba kemudian dipotong di atas ikatan catgut tadi.
·         Kroener
Fimbria dijepit dengan sebuah klem. Bagian tuba proksimal dari jepitan diikat dengan sehelai benang sutera, atau dengan catgut yang tidak mudah direabsorbsi. Bagian tuba distal dari jepitan dipotong (fimbriektomi).
·         Irving
Tuba dipotong pada pertengahan panjangnya setelah kedua ujung potongan diikat dengan catgut kromik no. 0 atau 00. Ujung potongan proksimal ditanamkandi dalam miometrium dinding depan uterus, ujung potongan distal ditanamkan didalam ligamentum latum.
·         Pemasangan cincin falope
Dengan aplikator, bagian asthimus tuba ditarik dan cincin dipasang pada bagian tuba tersebut. Sesudah terpasang lipatan tuba tampak keputih-putihan oleh karena tidak mendapat suplai darah lagi dan akan menjadi fibrotic. 





2.11 Persiapan Sebelum Tindakan
Hal-hal yang perlu dilakukan oleh calon peserta kontap wanita adalah:
  1. Puasa mulai tengah malam sebelum operasi, atau sekurang-kurangnya 6 jam sebelum operasi. Bagi calon akseptor yang menderita Maag (kelaianan lambung agar makan obat maag sebelum dan sesudah puasa.
  2. Mandi dan membersihkan daerah kemaluan dengan sabun mandi sampai bersih, dan juga daerah perut bagian bawah.
  3. Tidak memakai perhiasan, kosmetik, cat kuku, dan lain-lain.
  4. Membawa surat persetujuan dari suami yang sudah ditandatangani atau di cap jempol.
  5. Menjelang operasi harus kencing terlebih dahulu.
  6. Datang ke rumah sakit tepat pada waktunya, dengan ditemani anggota keluarga; sebaiknya suami.

2.12 Perawatan Setelah Tindakan
Perawatan setelah tindakan pada Tubektomi (MOW) yaitu :
  1. Istirahat selama 1-2 hari dan hindarkan kerja berat selama 7 hari.
  2. Kebersihan harus dijaga terutama daerah luka operasi jangan sampai terkena air selama 1 minggu (sampai  benar -benar kering).
  3. Makanlah obat yang diberikan dokter secara teratur sesuai petunjuk.
  4. Senggama boleh dilakukan setelah 1 minggu, yaitu setelah luka operasi kering. Tetapi bila tubektomi dilaksanakansetelah melahirkan atau kegugurang, senggama baru boleh dilakukan setelah 40 hari.

2.13 Informasi Umum
a.       Nyeri bahu selama 12-24 jam setelah laparoskopi relative lazim dialami karena gas (CO2 atau udara) di bawah diafragma, sekunder terhadap pneumopertonium.
b.      Tubektomi efektif setelah operasi.
c.       Periode menstruasi akan berlanjut seperti biasa. Apabila menggunakan metode hormonal sebelum prosedur, jumlah dan durasi haid dapat meningkat setelah pembedahan.
d.      Tubektomi tidak memberikan perlindungan atas IMS, termasuk virus AIDS. Apabila pemasangannya berisiko, pasangan tersebut sebaiknya menggunakan kondom bahkan setelah tubektomi.  

2.14 Komplikasi Tubektomi
a.       Perdarahan didaerah tuba.
b.      Perdarahan karena perlukaan pembuluh darah besar.
c.       Perporasi usus.
d.      Emboli udara.
e.       Perforasi rahim.














Gambar Tubektomi :

        
                         





BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari makalah di atas, dapat kami simpulkan bahwa tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan dengan cara kerja mengikat dan memotong atau memasang cincin pada tuba, sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum. 

3.2 Saran
Kita sebagai mahasiswi kebidanan perlu mengetahui berbagai jenis kontrasepsi, salah satunya yaitu jenis kontrasepsi mantap atau tubektomi pada wanita dan vasektomi pada pria.  Semoga kita sebagai calon bidan bisa memberikan pelayanan yang baik terutama dalam hal pelayanan tentang KB (Keluarga Berencana).
















DAFTAR PUSTAKA


Bari, Abdul Saifuddin,dkk. 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: YBPSP
Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Ilmu kebidanan, Edisi Ketiga Cetakan Ke enam. Jakarta : YBPSP
Manuaba,dkk. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta : EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar